Minggu, 10 Januari 2016

Peradaban Bangsa



     Bukankah bangsa indonesia adalah salah satu bangsa yang paling unik dan berbeda dengan kebanyakan bangsa lain di dunia ini,salah satu yang menjadi ciri keunikan dan kekayaan budaya bangsa indonesia  adalah adanya tata krama dan tatanan nilai dan moral yang dijunjung tinggi dalam bermasyarakat,sehingga terciptanya keselarasan hidup yang aman,damai dan harmonis atau dengan istilah Toto Tentrem Kerto Raharjo. 

     Tapi sebentar kita coba tengok kehidupan bangsa kita saat ini,apakah kita masih berpegang dan konsisten akan hal itu? Apakah kita masih memiliki rasa hormat dan segan terhadap orang yang lebih tua dari kita,apakah kita bisa menjaga perasaan kita saat berbicara dan bermusyawarah dengan orang lain tanpa harus menyinggung dan menyakiti persaan orang tersebut?apakah kita masih antusias untuk meminta maaf dan memiliki rasa malu setelah kita melakukan suatu kesalahan terhadap orang lain? Kita sudah melepas dan mencopot semua itu,kita sudah hidup telanjang hanya menggunakan sempak dan beha tok,yang hanya merupakan pakaian penutup untuk menutup bagian inti tubuh saja,dan tidak menutup bagian tubuh yang lainya. Itu pun sekarang malah banyak yang dengan sengaja memamerkan sempak dan beha nya. kita ini mau nya segala sesuatu salalu langsung pada intinya,hasilnya,tanpa memikirkan efek dan sisi lainya. Sebagai salah satu contoh kasus yang terjadi adalah dalam satu perusahaan ada seorang bapak tua yang hanya berperan sebagai Office Boy,dan si pemuda lulusan sarjana yang berperan sebagai salah satu staff penting dlm perusahaan itu. Karena peran dan identitas yang ia miliki itu lantas si pemuda itu tanpa rasa segan bahkan dengan sedikit congkaknya selalu memerintahkan si bapak tua itu. Dan ini jelas sangat tidak dibenarkan,walaupun menurut undang-undang dan struktur birokrasi perusahaan itu adalah hal yang wajar dan benar adanya. Tapi diatas undang-undang dan birokrasi tersebut harusnya masih ada hal yang lebih tinggi dari itu semua,yaitu akhlak dan adab kemanusiaan. Dan hal itu lah yang dewasa ini mulai kita lepas dan copot sehingga kita tanpa sadar telah menelanjangi diri kita sendiri sebagai manusia yang bernegara dengan undang-undang dan pancasila.

     Kalau kita bicara tentang budaya, seharusnya kita sadar dan mau mengakui bahwa kita sudah tidak lagi berpegang pada budaya orsinil kita,yang dulu dengan sengaja diciptakan dan diwariskan oleh nenek moyang kita dulu. Padahal berbagai warisan dari leluhur kita dulu itu merupakan kunci dari terciptanya keharmonisan dalam kehidupan yang beraneka ragam suku dan agama ini. tapi sayang sekarang kita telah terkontaminasi bahkan terjajah oleh berbagai kebudayaan import,yang terus perlahan kita pelihara dan tumbuh subur dalam darah daging kita. Kita di iming-imingi dengan kemudahan dan segala kemudahan dan instan,yang kita sendiri tak pernah menyadari sedikitpun bahwasanya itu smua tidak lain hanyalah kenikmatan sesaat,keindahan palsu,dan kebahagiaan fana. Kita dibuat tak kenal orang lain bahkan kita tak kenal siapa sebenarnya kita ini. Kita habis-habisan dijajah,dimanipulasi,dan di sirep secara perlahan.

     Sikap Gotong-royong,murah senyum,tegur sapa,ramah tamah dsb itu semua kini hanya dapat dijadikan dongeng untuk anak cucu kita saja nanti,mungkin anak cucu kita bisa menemukan itu tapi hanya sebatas di buku PPkn saja,bukan dalam kehidupan nyata. Padahal yang mengangkat dan memberi nilai tambah bangsa indonesia dimata dunia adalah salah satunya dengan berbagai macam dan ragam budaya dan karakter khas masyarakat nya. Banyak yang mengatakan bahwa salah satu alasan yang membuat para touris asing betah berkunjung ke Indonesia adalah karena kagum ketika dia melihat masyarakat kita yang ramah,senyum dan saling bertegur sapa,dinegara-negara maju lainya sebuah senyuman sangat mahal harganya dan sangat sukar ditemukan. 

     Tapi sekarang berbeda,silahkan anda coba sendiri,coba saja anda memberikan senyuman pada seseorang saat anda berada di dalam bus atau kereta atau ditempat-tempat umum lainya,terlebih kehidupan orang-orang di kota,pasti anda bukan dibalasnya pula dengan senyum dan sapa yang hangat,mungkin anda akan dianggap aneh,sok kenal,bahkan bisa jadi anda dianggap copet atau penjahat. Sungguh menyedihkan jika kita melihat realita kehidupan kita saat ini,yang tak lagi bisa memberi sedikit rasa cinta kasih dan kepercayaan terhadap sesama kita,sedangkan kita selalu berteriak kencang menuntut suatu perubahan atas bangsa kita ini.

     Hari berganti hari,bulan berganti bulan,tahun berganti tahun,kita lihat sendiri bagaimana peradaban bangsa kita terus berjalan kearah yang semakin tidak dapat dimengerti oleh akal seorang Prof.Dr.Insinyur sekalipun. Entah siapa yang harus bertanggung jawab,entah apa solusinya,dan entah dari mana kita mulai memperbaikinya. Jika berbagai lembaga,tokoh,dan lapisan masyarakat sendiri pun sudah tak lagi saling berjalan selaras dengan satu tujuan yang sama,jika kita sudah tak bisa saling percaya. Apakah cukup dengan berdiam diri meratapi keadaan namun dengan penuh harapan semoga benar terjadi dongeng tentang turunya Ratu Adil sang pembawa perubahan bangsa yang penuh keadilan dan kesejahteraan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar