Wahai malam yang penuh kegelapan
Mengapa kini engkau tak lagi bersuara seperti biasanya
Dan para kekasihmu Bintang dan Rembulan itu yang
senantiasa tersenyum
akrab menemaniku untuk berceritra dengan mu,.
Kini mereka pun bersembunyi dibalik sunyi
Hembusan Angin pun mulai terdengar lirih melebihi lirih nya gelombang
infrasonik
Satu persatu cakrawala semesta saling meninggalkan
jejaknya sejenak,.
Semua sepi..
Semua hening..
Para Pujangga tak bisa lagi berkata,meski berjuta aksara terbentang
dilangit cakrawala
Dan aku membisu di dalam pangkuanNya,.
Hati ini pun seakan menunduk sambil duduk bersila
dan menyeret pikiran untuk tenang dan bersujud kepadaNya,.
Walau mulut ini ingin sekali berucap
Tapi apa daya hanyalah sepasang mata yang dapat berbicara
ditemani tetesan suci sebagai kawan dari jutaan rasa yang
teringat akan dosa,.
11 Januari,Wahyu Goenawan
11 Januari,Wahyu Goenawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar