Permainan
monopoli yang dulu sering kali kita mainkan saat kita masih kecil,yang mana
permainan tersebut tidaklah mungkin bisa kita mainkan seorang diri,dan di dalam
permainan itu kita harus pandai mengatur strategi. Kita harus mengumpulkan uang
sebanyak-banyaknya agar kita bisa membeli rumah,hotel,negara dsb yang tidak
lain tujuanya agar kita bisa memiliki dan menguasai seluruh apa yang ada dalam
permainan tersebut. Bahkan dulu kita pasti pernah sampai berbuat curang tanpa
sepengetahuan teman bermain kita,bahkan ada yang berselisih sampai
bertikai,kita sangat berambisi sekali saat itu untuk menjadi yang terkaya dan
pemenang dalam permainan tersebut. padahal saat itu pun kita tau,bahwa itu
adalah hanya sebuah permainan dan itu hal yang sangat rasional bagi kita dulu.
Nah sekarang
ketika kita sudah beranjak hidup dewasa dan telah meninggalkan permainan
tersebut,tentu kita akan berpikir bahwa itu semua sangatlah tidak rasional.
Padahal kalau saja kita kembangkan sedikit pikiran kita untuk mau melihat kembali
permainan anak-anak itu dan mengambil pelajaranya,kita bisa menyadari
bahwasanya kehidupan yang kita alami saat ini tidaklah lebih dari permainan
tersebut,bukankah Tuhan sendiri pun telah mengatakan bahwa hidup ini tidak lain
hanyalah senda gurau dan permainan belaka.
Tapi
walaupun kita sudah bisa menyadari dan mengetahui akan hal tersebut bukan
berarti kita sudah tidak perlu lagi untuk ikut dan turut serta dalam permainan
itu,karena itu semua sudah merupakan syariat atau ketentuan Tuhan. Kita tidak
bisa untuk tidak terlibat,justru kita diharuskan untuk turut serta di
dalamnya,bahkan harus bersungguh-sungguh. Menurut saya,suatu sikap kesombongan
dalam diri seseorang,jika telah diberi kesadaran atas hal ini,dan karena
kesadaran bahwa ini adalah permainan belaka,tapi dia justru meninggalkan dan keluar
dari arena permaian ini. Karena ini semua merupakan sesuatu yang sudah menjadi
ketetepan Tuhan yang tidak lain adalah suatu proses yang harus kita lewati agar kita
dapat bertemu dan kembali kepadaNya.
Dan atas dasar kesadaran itu,alangkah lebih baiknya lagi jika kita bisa menjadi orang yang
lebih mampu untuk mengontrol diri. kita tidak boleh berbuat curang,teralalu
berambisi,serakah,menghalalkan segala cara hanya demi tujuan kemenangan. Tuhan
sendiri tidak pernah menuntut kita untuk selalu menjadi pemenang,Dia hanya
meminta kita untuk selalu bersungguh-sungguh dalam menjalankan peran kita,perkara
menang atau kalah biarkan Dia yang menentukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar