Selasa, 12 Januari 2016

Bersungguh-sungguh dalam "Bermain"






     Permainan monopoli yang dulu sering kali kita mainkan saat kita masih kecil,yang mana permainan tersebut tidaklah mungkin bisa kita mainkan seorang diri,dan di dalam permainan itu kita harus pandai mengatur strategi. Kita harus mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya agar kita bisa membeli rumah,hotel,negara dsb yang tidak lain tujuanya agar kita bisa memiliki dan menguasai seluruh apa yang ada dalam permainan tersebut. Bahkan dulu kita pasti pernah sampai berbuat curang tanpa sepengetahuan teman bermain kita,bahkan ada yang berselisih sampai bertikai,kita sangat berambisi sekali saat itu untuk menjadi yang terkaya dan pemenang dalam permainan tersebut. padahal saat itu pun kita tau,bahwa itu adalah hanya sebuah permainan dan itu hal yang sangat rasional bagi kita dulu.

     Nah sekarang ketika kita sudah beranjak hidup dewasa dan telah meninggalkan permainan tersebut,tentu kita akan berpikir bahwa itu semua sangatlah tidak rasional. Padahal kalau saja kita kembangkan sedikit pikiran kita untuk mau melihat kembali permainan anak-anak itu dan mengambil pelajaranya,kita bisa menyadari bahwasanya kehidupan yang kita alami saat ini tidaklah lebih dari permainan tersebut,bukankah Tuhan sendiri pun telah mengatakan bahwa hidup ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan belaka.
Tapi walaupun kita sudah bisa menyadari dan mengetahui akan hal tersebut bukan berarti kita sudah tidak perlu lagi untuk ikut dan turut serta dalam permainan itu,karena itu semua sudah merupakan syariat atau ketentuan Tuhan. Kita tidak bisa untuk tidak terlibat,justru kita diharuskan untuk turut serta di dalamnya,bahkan harus bersungguh-sungguh. Menurut saya,suatu sikap kesombongan dalam diri seseorang,jika telah diberi kesadaran atas hal ini,dan karena kesadaran bahwa ini adalah permainan belaka,tapi dia justru meninggalkan dan keluar dari arena permaian ini. Karena ini semua merupakan sesuatu yang sudah menjadi ketetepan Tuhan yang tidak lain adalah suatu proses yang harus kita lewati agar kita dapat bertemu dan kembali kepadaNya.

     Dan atas dasar kesadaran itu,alangkah lebih baiknya lagi jika kita bisa menjadi orang  yang lebih mampu untuk mengontrol diri. kita tidak boleh berbuat curang,teralalu berambisi,serakah,menghalalkan segala cara hanya demi tujuan kemenangan. Tuhan sendiri tidak pernah menuntut kita untuk selalu menjadi pemenang,Dia hanya meminta kita untuk selalu bersungguh-sungguh dalam menjalankan peran kita,perkara menang atau kalah biarkan Dia yang menentukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar